ABATACA

Bimbingan Minat Baca Anak

Tidak Ada Kata Gagal dalam Belajar

no failureKata kunci dari belajar dan mengajar adalah perubahan. Ya, perubahanlah yang menjadi ukuran apakah seorang anak sudah belajar dan seorang guru atau guru sudah mengajar. Maka setiap langkah guru menuju sekolah, menuju kelas, adalah langkah perubahan. Siapa yang tidak mengenal Thomas Alfa Edison? Seorang penemu bola lampu pijar pertama yang dalam proses penciptaannya beliau melakukan dan melewati sebuah perjalanan panjang menguras tenaga dan pikirannya yang disebut proses berpikir.Ratusan bahkan ribuan kali kesulitan dan tantangan beliau lampaui. Hebatnya, beliau tidak dan bukan menilai itu semua sebuah kegagalan atau kesulitan, yang terjadi dan dirasakannya adalah sebuah proses berpikir dan Feedback berharga untuk pencapaian dan tujuannya dalam menemukan keberhasilan.

Proses jatuh bangun atau yang disebut dengan kegagalan dalam mengembangkan dan pemahaman pikiran adalah sebuah fase yang wajar untuk menuju suatu pencapaian atau kesuksesan. Butuh usaha dan kemauan yang tinggi. Penuh kesabaran dalam menanam nilai pencapaian. Konsep penanaman inilah yang harus kita tanamkan dalam diri anak-anak sejak dini.

Sangat penting dalam memahami arti sebuah proses berpikir. Anak belajar berpikir memahami kesulitan (bukan mencari kesulitan) tapi belajar mencari solusi, juga anak diajarkan memahami nilai kesabaran yang tidak terjadi secara instan untuk mencapai nilai terbaik pada mata pelajarannya. Sejauh mana anak telah berusaha atas kesungguhannya atas proses pemahamannya.

Kegagalan adalah sebuah fase dimana seseorang menemukan jalan atau hasil yang belum tercapainya keinginan dalam sebuah proses yang dianggap sebagian orang telah berhentinya pikiran dan tenaga atas usahanya dalam sebuah proses perjalanan belajar atau bekerja.

Sebagai salah satu contoh dalam mengajarkan anak dalam proses berpikir, ajaklah mereka berpikir untuk mendalami dan menyelami proses pembelajaran. Mempelajari tahap demi tahap, adalah sebuah fase yang sangat berharga untuk anak-anak kita, karena sesulit apapun yang mereka lalui harus dijalani dengan tekun dan sabar. Tanamkan rasa percaya diri saat mendampingi mereka dengan kasih sayang dan ikut memahami sama seperti yang mereka rasakan adalah upaya menuju kesuksesan bersama. Ada pepatah dari pakar pendidikan mengatakan, “Menghargai proses belajar lebih penting daripada menghargai hasil proses belajarnya”.

Mari mulai dan terus menghargai proses belajar anak-anak kita dengan penuh kasih sayang. Manusia belajar dengan berbuat kesalahan. Lebih baik mencoba daripada tidak melakukan apa-apa.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)

Artikel Asli
Kata kunci dari belajar dan mengajar adalah perubahan. Ya, perubahanlah yang menjadi ukuran apakah seorang anak sudah belajar dan seorang guru atau guru sudah mengajar. Maka setiap langkah guru menuju sekolah, menuju kelas, adalah langkah perubahan. Siapa yang tidak mengenal Thomas Alfa Edison? Seorang penemu bola lampu pijar pertama yang dalam proses penciptaannya beliau melakukan dan melewati sebuah perjalanan panjang menguras tenaga dan pikirannya yang disebut proses berpikir.Ratusan bahkan ribuan kali kesulitan dan tantangan beliau lampaui. Hebatnya, beliau tidak dan bukan menilai itu semua sebuah kegagalan atau kesulitan, yang terjadi dan dirasakannya adalah sebuah proses berpikir dan Feedback berharga untuk pencapaian dan tujuannya dalam menemukan keberhasilan.

Proses jatuh bangun atau yang disebut dengan kegagalan dalam mengembangkan dan pemahaman pikiran adalah sebuah fase yang wajar untuk menuju suatu pencapaian atau kesuksesan. Butuh usaha dan kemauan yang tinggi. Penuh kesabaran dalam menanam nilai pencapaian. Konsep penanaman inilah yang harus kita tanamkan dalam diri anak-anak sejak dini.

Sangat penting dalam memahami arti sebuah proses berpikir. Anak belajar berpikir memahami kesulitan (bukan mencari kesulitan) tapi belajar mencari solusi, juga anak diajarkan memahami nilai kesabaran yang tidak terjadi secara instan untuk mencapai nilai terbaik pada mata pelajarannya. Sejauh mana anak telah berusaha atas kesungguhannya atas proses pemahamannya.

Kegagalan adalah sebuah fase dimana seseorang menemukan jalan atau hasil yang belum tercapainya keinginan dalam sebuah proses yang dianggap sebagian orang telah berhentinya pikiran dan tenaga atas usahanya dalam sebuah proses perjalanan belajar atau bekerja.

Sebagai salah satu contoh dalam mengajarkan anak dalam proses berpikir, ajaklah mereka berpikir untuk mendalami dan menyelami proses pembelajaran. Mempelajari tahap demi tahap, adalah sebuah fase yang sangat berharga untuk anak-anak kita, karena sesulit apapun yang mereka lalui harus dijalani dengan tekun dan sabar. Tanamkan rasa percaya diri saat mendampingi mereka dengan kasih sayang dan ikut memahami sama seperti yang mereka rasakan adalah upaya menuju kesuksesan bersama. Ada pepatah dari pakar pendidikan mengatakan, “Menghargai proses belajar lebih penting daripada menghargai hasil proses belajarnya”.

Mari mulai dan terus menghargai proses belajar anak-anak kita dengan penuh kasih sayang. Manusia belajar dengan berbuat kesalahan. Lebih baik mencoba daripada tidak melakukan apa-apa.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber) – See more at: http://www.kesekolah.com/artikel-dan-berita/pendidikan/tidak-ada-kata-gagal-dalam-belajar.html#sthash.MoKukOy5.dpuf

1 Comment»

  cibabel wrote @

inspiratif


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: